ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Anak anak yang dididik dalam keluarga yang penuh kesantunan, etika tata krama & sikap kesederhanaan akan tumbuh menjadi anak anak yang tangguh, disenangi & disegani banyak orang.
Mereka tahu aturan makan table manner di restoran mewah.
Tapi tidak canggung makan di warteg kaki lima.
Baca juga: Hati-Hati, Gangguan Pada Anak Akibat Ayah Jarang di Rumah
Mereka sanggup beli barang barang mewah.
Tapi tahu mana yang keinginan dan kebutuhan.
Mereka biasa pergi naik pesawat antar kota.
Tapi santai aja saat harus naik angkot kemana mana.
Baca juga: Begini Cara Mendidik Anak Agar Tidak Cengeng & Tangguh.. Ayo Baca!
Mereka berbicara formal saat bertemu orang berpendidikan.
Tapi mampu berbicara santai bertemu orang jalanan.
Mereka berbicara visioner saat bertemu rekan kerja.
Tapi mampu bercanda lepas bertemu teman sekolah.
Mereka tidak norak pas ketemu orang kaya.
Tapi juga tidak merendahkan orang yg lebih miskin darinya.
Mereka mampu beli barang barang bergengsi.
Tapi sadar kalo yang membuat dirinya bergengsi adalah kualitas & kapasitas dirinya, bukan dari barang yang dikenakan.
Mereka punya..
Tapi tidak teriak kemana mana.
Kerendahan hati yang membuat orang lain respect dengan dirinya.
Baca juga: INI 5 CARA Menenangkan Anak yang Rewel Dalam 5-10 Detik..!!
Jangan didik anak dari kecil dengan penuh kemanjaan, apalagi sampai melupakan kesantunan & etika tata krama. Hal hal sederhana tentang kesantunan seperti : Pamit pas pergi dari rumah, permisi saat masuk ke rumah temen (karena ternyata banyak orang masuk ke rumah orang tidak punya sopan santun, tidak nyapa orang orang yg ada di rumah itu), balikin pinjeman uang sekecil apapun, berani minta maaf pas ada kesalahan & tahu terima kasih kalo dibantu sekecil apapun. Kelihatannya sederhana, tapi orang yang tidak punya attitude itu membuat sebal.
Bersyukurlah, bukan karena kita terlahir di keluarga yang kaya atahu cukup.
Bersyukurlah kalau kita terlahir di keluarga yang mengajarkan kita kesantunan, etika tata krama & kesederhanaan. Karena ini jauh lebih mahal daripada sekedar uang.
Kekeliruan terbesar kebanyakan sistem persekolahan saat ini – yang belum tentu disengaja, bahkan sering tak disadari – adalah mengabaikan pentingnya melimpahi benak anak dengan gagasan inspiratif.
Baca juga: TERNYATA Orang Tua Juga Membutuhkan Pelukan Anak
Anak-anak dilatih bisa membaca, menulis, berhitung tetapi tidak disuplai dengan ide-ide yang berharga untuk dipikirkan.
Pengetahuan sungguhan dikesampingkan demi latihan soal ujian, ibarat tubuh yang setiap hari disuruh olahraga banting tulang, namun pasokan nutrisi tidak cukup. Terjadilah fenomena ‘gizi buruk intelektual’ massal.
– Ringkasan Vol. 3 School Education pp. 240 ff (5)

0 Response to "Jangan didik anak dari kecil dengan penuh kemanjaan, apalagi sampai melupakan kesantunan & etika tata krama"
Posting Komentar